Daerah Lampung Barat

Polres Lampung Barat menggelar Doa Bersama dalam Rangka Pilkada Damai

44
×

Polres Lampung Barat menggelar Doa Bersama dalam Rangka Pilkada Damai

Sebarkan artikel ini

Lampung Barat, Indobarometer.id-

Jajaran pemerintahan di Lampung Barat menggelar kegiatan doa bersama jelang pelaksanaan Pilkada serentak 2024.

Kegiatan doa bersama dalam rangka Pilkada Damai itu diinisiasi oleh Polres Lampung Barat dan digelar di GOR Aji Saka, Kecamatan Balik Bukit, Kamis (21/11/2024).

Doa bersama Pilkada Damai itu diikuti tokoh agama dari umat muslim, kristiani, katolik, hindu dan budha yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lampung Barat.

Pada kesempatan itu, Pj Bupati Lampung Barat Nukman memberi apresiasi atas terselenggaranya kegiatan positif menjelang hari pencoblosan tersebut.

Diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Ahmad Hikami, ia mengucapkan terima kasih kepada pihak Polres Lampung Barat.

“Atas nama Pemkab Lampung Barat, kamu mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polres Lampung Barat,”

“Dengan inisiatifnya Polres telah sukses menyelenggarakan giat doa bersama ini demi suksesnya Pilkada mendatang,” ucapnya.

Hikami menyatakan, Pilkada akan menjadi proses yang penting untuk dicermati oleh masyarakat Lampung Barat.

Sebab momen ini menjadi proses dalam menyalurkan aspirasi politik masyarakat dalam memilih pemimpin.

“Secara substansi dapat dipahami bersama bahwa pelaksanaan Pilkada sebagai wadah melakukan transformasi nilai-nilai demokrasi,” katanya.

Dalam hal ini, Pemkab Lampung Barat juga mengajak seluruh pihak agar bersama-sama mengawal suksesnya pelaksanaan Pilkada.

“Kami mengajak semua pihak, baik tokoh agama, pemangku kebijakan maupun masyarakat umum untuk bersama-sama mengawal Pilkada,”

“Sehingga pencoblosan yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 November mendatang bisa berjalan aman dan damai,” ajaknya.

Selanjutnya Hikami mengajak seluruh elemen baik penyelenggara pemilu, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dapat memberikan peran aktif.

Ia meminta agar tokoh-tokoh yang ada bisa ikut serta mengedukasi masyarakat untuk tidak menggunakan isu sara dalam pemilu.

“Karna isu sara dapat meretakkan tali ukhuwah, tali persaudaraan, tali persahabatan dan rasa persatuan,” ujarnya.

“Begitu juga kepada para pejabat serta ASN, TNI dan Polri, harus tetap menjaga netralitas dan integritasnya,” pungkasnya. (Ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *