BANDARLAMPUNG

Evaluasi Penerapan WFH ASN Capai Hasil Positif

20
×

Evaluasi Penerapan WFH ASN Capai Hasil Positif

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung, Indobarometer.id-

Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pemerintah Kota Bandar Lampung pada Jumat (10/4) guna memantau pelaksanaan transformasi budaya kerja aparatur sipil negara (ASN), khususnya penerapan sistem kerja fleksibel berbasis lokasi atau work from home (WFH).

Dalam kunjungan tersebut, Wamendagri didampingi oleh Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana. Sidak ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800 tentang transformasi budaya kerja ASN di lingkungan pemerintah daerah.

Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa kepala daerah diminta menerapkan sistem kerja kombinasi antara work from office (WFO) dan WFH. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja ASN tanpa mengganggu pelayanan publik kepada masyarakat.

“Saya datang ke Lampung atas perintah Menteri Dalam Negeri untuk melakukan monitoring dan evaluasi terkait implementasi kebijakan ini,” ujarnya.

Dalam peninjauannya, Wamendagri mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kota Bandar Lampung yang dinilai mampu menjaga kualitas layanan publik meskipun sebagian ASN bekerja dari rumah. Ia memastikan pelayanan di Mal Pelayanan Publik tetap berjalan normal tanpa adanya pengurangan layanan.

“Seluruh loket tetap beroperasi normal. Masyarakat tetap terlayani dengan baik,” tegasnya.

Selain itu, ia juga memastikan bahwa sektor-sektor vital seperti layanan kesehatan, pemadam kebakaran, serta unit kedaruratan tetap beroperasi penuh dan tidak terdampak kebijakan WFH.

Lebih lanjut, Wiyagus menegaskan bahwa kebijakan kerja fleksibel bukan sekadar memberikan kemudahan bagi ASN, melainkan bagian dari transformasi besar birokrasi. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja, menjaga kualitas pelayanan publik, serta mempercepat digitalisasi pemerintahan melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

“Ini tidak bisa dihindari, harus kita percepat,” tegasnya.

Ke depan, pemerintah pusat akan melakukan evaluasi berkala terhadap implementasi kebijakan tersebut, termasuk aspek efisiensi penggunaan listrik, air, hingga kendaraan dinas.

Dengan hasil sidak yang menunjukkan capaian positif, Bandar Lampung dinilai siap menjadi salah satu daerah percontohan dalam penerapan sistem kerja fleksibel di lingkungan pemerintahan daerah.

Sementara itu, Wali Kota Eva Dwiana mengungkapkan bahwa kunjungan Wamendagri dilakukan secara mendadak dan menjadi momentum evaluasi bagi jajarannya.

“Kami berterima kasih atas kunjungan Pak Wamen. Ini menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kinerja ASN di Bandar Lampung,” ujarnya.

Saat ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung baru menerapkan WFH sebesar 20 persen. Namun, ke depan angka tersebut akan ditingkatkan secara bertahap.

“Insyaallah minggu depan akan kami evaluasi kembali. Targetnya bisa mencapai 50 persen sesuai arahan pemerintah pusat,” tandasnya.(ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *